BAB 1 MEYAKINI HARI AKHIR, MENGAKHIRI KEBIASAAN BURUK
MEYAKINI HARI AKHIR, MENGAKHIRI KEBIASAAN BURUK
Pernahkah kamu melihat orang yang sedang menanam pohon? Orang yang menanam pohon mangga tentu berharap kelak akan memanen buah mangga. Mereka yang menanam padi berharap akan memanen padi, demikian juga yang menanam jagung, sagu, atau sorgum tentu berharap akan memanen jagung, sagu, atau sorgum. Seperti itu pula kehidupan kita di dunia ini. Kita diperintahkan untuk menanam kebaikan sebanyak-banyaknya, agar kelak di akhirat dapat menuai atau memanen pahala atas tanaman kebaikan itu.
Hal ini sangat sesuai dengan pesan Rasulullah saw, bahwa kehidupan di dunia merupakan ladang untuk menanam. Kalau yang kita tanam adalah kebaikan, kelak di akhirat kita akan memanen kebaikan. Sebaliknya, jika yang kita tanam adalah keburukan, kelak yang akan kita panen adalah keburukan yang telah kita perbuat.
1.Pengertian Hari Akhir dan Macam-macam Kiamat
Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman yang kelima. Umat Islam harus percaya dan yakin bahwa hari akhir itu pasti akan datang. Kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur untuk menerima pengadilan Allah Swt.
seperti yang Allah jelaskan dalam Q.S Al-Hajj/22:7
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ
Artinya: "Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."
Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya terompet Malaikat Israfil. Dijelaskan bahwa pada hari itu, daratan, lautan dan benda-benda di langit porak-poranda. Gunung- gunung meletus, hancur, dan berhamburan. Lautan meluap dan me- numpahkan seluruh isinya. Benda-benda yang ada di langit bergerak tanpa kendali. Bintang, planet, dan bulan saling bertabrakan.
Kiamat di kelompokkan menjadi 2 macam yaitu Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra
a. Kiamat Sugra (Kiamat kecil)
yaitu terjadinya kematian yang menimpa sebagian umat manusia. Misalnya: matinya seseorang karena sakit, kecelakaan, musibah tsunami, banjir, tanah longsor, dan sebagainya. Peristiwa kiamat kecil berupa kematian sudah sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Kiamat kecil itu merupakan akhir dari kehidupan orang-orang yang mengalaminya. Contoh Gambar nya seperti dibawah :
b. Kiamat Kubra (Kiamat besar)
yaitu terjadinya kematian dan kehancuran yang menimpa seluruh alam semesta. Dunia porak poranda, rusak, dan hancur. Kehidupan manusia akan bergant dengan alam yang baru, yakni alam akhirat. Kiamat Kubra ini dialami oleh seluruh makhluk hidup di jagad raya tanpa terkecuali.
Contoh gambar nya seperti ini :
2. Kejadian Kiamat Kubra
Kejadian mengenai hari kiamat digambarkan oleh Allah Swt. begitu fahsyat, sebagaimana tertuang dalam Q.S. al-Qāri’ah/101:4-5 berikut ini:
Artinya: “Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (Q.S. al-Qāri’ah/101:4-5)
Artinya: “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,” (Q.S. Az-Zalzalah/99:1-2)
Kiamat Kubra memang belum terjadi sehingga tak seorang pun mengetahui peristiwa yang sebenarnya. Namun, kita mengetahuinya dari firman Allah Swt. dan Hadis Nabi saw. Adapun kejadian Kiamat Kubra digambarkan oleh Allah Swt. sebagai berikut:
a. Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk yang pertama kali. Semua
makhluk akan mati, kecuali yang dikehendaki hidup oleh Allah Swt.
Artinya: “Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah” (Q.S. az-Zumar/39:68)
b. Langit menjadi terpecah-belah, matahari digulung, bintang-bintang berjatuhan, lautan meluap dan menjadi panas, gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan, dan manusia seperti anai-anai beterbangan.
Artinya: “Langit terbelah pada hari itu, janji Allah pasti terlaksana.” (Q.S. al-Muzammil/73:18)
Setelah peristiwa kiamat yang maha dahsyat itu, semua manusia akan
mati dan mengalami proses kehidupan di alam akhirat sebagai berikut.
1) Alam Barzakh (Yaumul Barzakh)
Alam barzakh yang dikenal dengan alam kubur yang merupakan pintu gerbang menuju akhirat atau batas antara alam dunia dan alam
akhirat. Di alam kubur, manusia akan bertemu, ditanyai, dan diperiksa oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang segala amal perbuatannya
ketika menjalani kehidupan di dunia.
2) Yaumul Ba’as
Yaumul ba’as adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju padang mahsyar. Kebangkitan manusia ini akan terjadi setelah ditiupkan sangkakala yang kedua oleh Malaikat Israfil. Seluruh manusia mulai zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir bangkit dari kubur. Adapun keadaan mereka bermacam-macam sesuai dengan amal perbuatan mereka pada waktu hidup di dunia. Firman Allah Swt.:
Artinya: “Lalu ditiuplah sangkakala (yang kedua kalinya), maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya”. (Q.S. Yās³n/36:51)
Karena kesombongannya, sebagian orang tidak mau percaya tentang kejadian hari akhir. Orang-orang yang ingkar semacam ini diibaratkan Allah Swt. seperti belalang
yang beterbangan ke sana kemari karena cemas, panik, dan bingung. mereka panik seperti belalang yang beterbangan serta meloncat daritempat yang satu ke tempat yang lainnya. Rasulullah saw. secara lebih jelas menceritakan kisah yang akan terjadi kelak di hari kebangkitan seperti berikut ini:
Artinya: “Telah menceritakan kepada Bahz bin Hakim dari bapaknya dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya kamu akan dikumpulkan (pada hari kiamat) ada yang berjalan, berkendaraan, dan akan diseret di atas wajah kamu.” (H.R. Tirmidzi)
3) Yaumul Hasyr atau Yaumul Mahsyar
Yaumul ¦asyr atau Yaumul Mahsyar adalah hari dikumpulkannya seluruh manusia yang telah dibangkitkan dari kuburnya, di sebuah padang yang sangat luas bernama Padang Mahsyar. Di Padang Mahsyar keadaan manusia sangat susah, tidak ada yang dapat menolong, kecuali hanya pertolongan yang datangnya dari Allah Swt. bagi orangorang yang dikehendaki-Nya.
Pada Yaumul Mahsyar pula, manusia menerima catatan amalnya selama hidup di dunia, baik amal yang buruk maupun amal yang
baik.
Seluruhnya tercatat secara rinci. Orang yang beriman dan beramal saleh merasa gembira melihat catatan amalnya. Sebaliknya,
orang yang berbuat jahat dan kerusakan ketika hidup di dunia akan menerima catatan amalnya dengan perasaan sedih serta penuh
dengan penyesalan. Di Padang Mahsyar inilah Allah Swt. akan mengadili manusia
Artinya: “Dan bumi (Padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan.(QS. az-Zumar/39:69)
4) Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab
Arti kata mizān adalah timbangan, Hisāb artinya perhitungan. Dua istilah ini , yaitu Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab memiliki makna yang hampir sama. Yaumul Mizan adalah hari ditimbangnya seluruh amal baik dan buruk manusia untuk menerima keadilan dan balasannya masing-masing.
Yaumul M³z±n disebut juga Yaumul Hisab, yaitu hari diperhitungkannya seluruh amal perbuatan manusia, baik amal yang baik maupun amal yang buruk. Pada hari itu, manusia akan menerima balasannya masingmasing berdasarkan keadilan dari Allah Swt. Firman Allah Swt. dalam Q.S. az-Zalz±lah/99 ayat 7 dan 8.
Artinya: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat
dzarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Q.S. az-Zalzalah/99:7-8).
Pada hari perhitungan amal manusia, akan diperlihatkan kepadanya semua perbuatannya selama hidup di dunia. Ketika ia melihat amal
baiknya, dia akan merasa senang. Sebaliknya, ketika melihat amal buruknya, dia akan menyesal. Firman Allah Swt. :
Artinya: “(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan di hadapkan kepadanya, begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah
dia kerjakan...” (Q.S. ‘ali ‘Imran/3:30)
Amal baik dan amal buruk manusia kelak akan ditimbang di neraca keadilan. Inilah yang disebut dengan Yaumul Mizan. Yaumul Mizan
merupakan hari ditimbangnya amal perbuatan manusia dari yang terkecil sampai yang terbesar. Seluruhnya akan terlihat dan tidak ada yang luput dari perhitungan. Perbuatan baik meskipun hanya seberat zarrah akan ada balasannya, begitu pula perbuatan jahat walaupun seberat zarrah juga akan ada balasannya.
5) Surga dan Neraka
Allah Swt. memiliki sifat Yang Maha Adil, karena seluruh perbuatan manusia akan diadili. Seluruh amal baik dan amal buruk manusia akan mendapatkan balasannya. Tidak ada satu perbuatan pun yang luput dari keadilan Allah Swt.
a) Surga sebagai Balasan Amal Baik
Seluruh perbuatan baik manusia telah diperhitungkan pada saat Yaumul Hisab. Perbuatan baik itu akan mendapatkan balasan
yang setimpal dari Allah Swt. Balasan yang memuaskan itu berupa surga yang di dalamnya penuh kenikmatan yang melebihi kenikmatan dunia. Ungkapan kenikmatan itu difirmankan Allah Swt.:
Artinya: “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenangsenang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan pasanganpasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar
di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buahbuahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat
dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S. Yāsin/36:55-58)
b) Neraka sebagai Balasan Amal Buruk
Setiap perbuatan buruk manusia juga akan menerima balasannya. Perbuatan buruk sekecil apapun akan menerima balasannya, yakni neraka yang di dalamnya ada api yang sangat panas. Di neraka itulah, balasan orang yang banyak melakukan dosa, takabur, sombong, dan terlebih tidak melaksanakan perintah Allah Swt. Mereka di neraka susah payah mendapatkan makan dan minum, mereka diberi minuman yang panas dan makanan dari
Artinya: ”Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.” (Q.S. al-Gāsyiyah/88:6-7)
Para penghuni neraka tidak akan merasa aman atau menyenangkan sebab selalu diliputi angin dan air yang panas.
Artinya: “(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih dan naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (Q.S. al-Wāq³’ah/56:42-44)
Betapa pedih dan beratnya siksaan yang
diterima bagi mereka yang ringan timbangan amal kebaikan mereka. Karena ini merupakan balasan yang setimpal dari perbuatan yang
dilakukan semasa hidup di dunia.
Komentar
Posting Komentar